sa

Selamat datang di WeBlog Imaduddin.B, Amd.AK
Tampilkan postingan dengan label bukan sebuah kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bukan sebuah kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

Home Studio (Sainore Manajemen)




Belakangan saya dan saudara saya (Yudi) sedang mengumpulkan informasi bagaimana caranya membuat sebuah studio rekaman sendiri. Bukan hal baru sebenarnya kenapa saya ingin membuat studio rekaman sendiri, karena sekarang saya memegang dua Band yaitu Sainore dan Ninki zhupi. Memang tidak mudah membuat Home studio karena akan membutuhkan biaya besar, dari mulai alat dan software yang harud di sediakan sesuai dengan keperluan.
Selain itu, sumber daya yang ngga ada membuat Kami kebingungan, apakah Home studio ini akan diwujudkan atau hanya akan menjadi hiasan salah satu dari ribuan mimpi - mimpi kami.

Saya (manajer) sebagai pimpinan atas di manajemen sedangkan Yudi yang dalam manajemen sebagai asisten manajer, namun untuk Home Studio saya tunjuk dia sebagai Directornya, karena dia sudah menguasai salah satu software editing. Sampai saat inipun Home Studio kami masih berupa konsep, masih tahap perencanaan. semoga saja bisa diwujudkan untuk Komunitas Indie, sehingga Indie memiliki tempatnya sendiri.

Rabu, 29 September 2010

KAMI PUNYA MIMPI

Setiap manusia punya mimpi, begitu pulalah dengan Kami. Kini kami sudah 2 tahun lebih turun lereng perguruan, mengabdikan kehidupan Kami untuk negri ini, tapi keadaan Kami tidak luput dari ombang ambingnya pemerintahan daerah dimana Kami berdiri. Keberadaan Kami yang masuk ke lembaga daerah dan perusahaan swasta mampu menggerakkan dunia kesehatan diwilayah tersebut.

Namun, adakalanya Kami mengikuti kesempatan yang diadakan oleh pemerintah daerah dengan menyediakannya formasi sebagai pegawai negri di PEMDA – PEMDA. Tak ayal dari sebagian Kamipun antusias mengikuti acara akbar (mirip hajatan, begitu Kami menyebutnya) ini.
Kesempatan inipun merupakan sebuah kesempatan bagi Kami dan oknum yang menyelenggarakan hajatan ini, dari sebagian Kami ada yang sampai membayar berapapun uang untuk mendapatkan posisi tersebut. Ini adalah kisah dilapangan. Kejadian dimata kepala Kami, ajang ini hanya seremonial, jadi posisi tersebut hanya untuk orang – orang yang mempunyai uang bukan menghargai sumberdaya manusia yang memiliki kualitas. Alhasil jangan disalahkan jika sebagian PNS adalah rayap negara.

Sebgian lagi dari Kami memimpikan membuka usaha sendiri, mandiri dari tangan imperialis. Namun perjalanan waktu masih menguji mental – mental Kami dilapangan. Kami harap, Kami bisa setegar karang dalam menghadapai era ini, era yang menomorsatukan uang, era ketidakpercayaan akan sumber daya yang baik, serta menomor akhirkan kwalitas manusia.

Senin, 02 Agustus 2010

BRAIN CHRITIC

Jika hidup kita di tantang, apa yang akan kamu lakukan?
Hidup menantang arus tidaklah gampang, ibarat kita berjalan melewati padang pasir gersang dibawah terik matahari, melawan haus dan panasnya sinar mentari tidak ada tumbuhan hijau yang menyejukkan.
Ibarat melewati tebing yang curam ditantang oleh ketakutan dan maut, memacu adrenalin untuk menentukan langkah yang tepat agar tidak mudah terjatuh dan terhempas kedasar.
Ibarat berlayar di tengah samudra tanpa ada petunjuk pasti, melawan badai serta ombak tinggi. Walaupun kita melewati tantangan tersebut dan menghadapi laut tenang, kita harus tetap tenang dan fokus pada berlayar karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di laut yang luas.

Itulah hidup menurut saya, jika kita harus melawan arus kita akan mengalami tekanan yang berbobot dari pada orang yang berjalan sesuai arus. Apakah saya orang yang melawan arus, saya sendiri tidak tahu tentang hal ini. Saya masih menghabiskan diri saya di depan layar monitor tiap hari, menghabiskan uang saya untuk mempostingkan tulisan – tulisan saya yang tak pasti.
Saya mencoba membangun ide – ide sederhana, dari apa yang orang tidak rasakan. Karena saya sendiri tidak memahaminya banyak ide saya yang di buang ke tong sampah, tidak diterima dan di acuhkan.

Itulah hidup, banyak kalangan yang memaknai hidup ini dengan caranya sendiri. Duduklah dengan seorang tukang parkir, dengarkan obrolan mereka, dan akhirnya saya tau itulah hidup mereka. Sekarang duduklah bersama dengan orang yang memiliki pangkat tinggi, dengarkan omongan mereka, dan akhirnya saya memahami itulah hidup mereka. Sekarang sucikan tubuh kita kemudian duduk dikeheningan, dengarkan dan renungkan kehidupan kita, dimana posisi kita semestinya, dan itulah hidup kita.

Hidup memang banyak tanya dan teka – teki. Saya tidak  tahu hari esok, saya tidak tau sejam kemudian. Dan saya hanya tau sekarang, bahwa saya sedang menjalani hidup saya saja. Bukan hidup orang lain.

Ini bukan tentang krtitik berfikir tapi berfikir kritis tentang kehidupan sendiri, bukan untuk mencaci sendiri tapi instropeksi diri, banyak sudah orang yang tak pernah instropeksi diri, lepas dari hukum alam berprilaku sesuai nafsunya.

Ini arus hidup. Membuat suatu paradigma baru. Mari kita berlomba – lomba mencari kebaikan karena kesesatan sudah merajalela disini, disekitar kita, dimana lagi.

Brain chritic, jika saya harus menjadi orang lain untuk merubah keadaan sangatlah tidak mungkin, jadilah diri sendiri dengan memberikan contoh positif disekitar kita. Saya suka dengan hidupku, hidup yang sia – sia dijalani di muka bumi ini, yang dikelilingi hawa nafsu bejat. semoga saya diberi ketabahan untuk menjalani ini semua godaan yang menyesatkan.

Kamis, 22 Juli 2010

Belajar Mendoakan

Hari ini saya belajar mengenai hal baru, yaitu kita mungkin lupa kalo ternyata banyak orang - orang disekitar kita atau pun entah jauh dimana, mereka akan selalu mengingat kita dan mendoakan kita. berfikir positif dan berbicara pada sudut pandang yang benar.

Doakanlah, dengan berdoa walaupun kita jauh dengan begitu kita akan merasa dekat. Biarlah mereka disana tidak memikirkan kita, membenci kita yang penting kita sudah melakukan hal yang benar dengan hidup ini. Mendoakan seseorang sangatlah mulia.


Hari ini, seseorang telah meninggalkan kami, khususnya saya. Dia telah di Panggil oleh sang Pencipta, terakhir kali saya berinteraksi dengan beliau adalah ketika setelah shalat jum'at saya keluar disana beliau sedang duduk bersama yang lainnya, saya mengucapkan salam kemudian salam mencium tangannya kemudian saya pulang. Saya merasa kenangan ini sangatlah indah, perlu diceritakan. Doakanlah orang yang sekiranya kita ga sadari bahwa ada orang yang mencintai kita selain orang tua kita, keluarga kita ataupun pacar kita.

Jumat, 30 April 2010

Menghapus Kebencian

Kadang dalam hidup diperlukan pengorbanan dari hati kita untuk melihat kenyataan. Peristiwa hidup akan terus berjalan seiring kita masih mampu untuk menatap dan merasakan kenikmatan hidup dalam keterpurukan.

Bukan nyata dan bukan pula kisah cerita fiksi. Sering kali kita, saat mulai menapaki jalan-jalan yang sering kita lewati dalam arti peristiwa dalam hidup yang sama dimana sudah tidak aneh lagi pada saat kita menjumpainya. Saat hidup mulai dicoba, saat jalan yang maha lurus mulai di arahkan ke jalan yang maha buruk, seperti itulah godaan dan ujian itu justru bukan dari lawan kita (musuh hidup). Melainkan segala ujian itu muncul dari permasalahan hidup dengan teman kita sendiri. Teman yang seharusnya mampu saling melindungi, membantu dalam kesulitan,dan menjaga kita saat kita dalam masalah dan lain sebainya. Teman yang membicarakan, mencemooh temannya sendiri.

Kita pasti selalu punya cita dan mimpi, bagaimana semua itu tidak terjadi. Satu hal dalam hidup adalah semua manusia tidak mempunyai tempramen sikap yang sama. Perbedaan itulah yang mencirikan bahwa kita hidup.

Benci terhadap seseorang bukan berarti baik, kita hidup bukan semata-mata untuk keburukan seseorang. Kita diberikan kesaksian, dengan mata, hati dan semua anggota badan kita supaya kita lebih bijak terhadap apa-apa yang akan terjadi pada dirikita. Seorang muslim tidak akan mebicarakan temannya, menjelek-jelekan temannya sendiri. Tidak akan ada kata buruk walaupun temannya itu mempunyai sifat yang buruk.

Menjaga nama baik seseorang maka kitapun akan dijaga nama baiknya, secara otomatis. Dengan tidak diminta ataupun memohon, mereka akan membicarakan kita dengan kebaikan. Walaupun kita tidak mengharapkan itu, karena jika kita mengharapkan sanjungan sama denga kita
mengharapkan neraka panas di akhirat kelak.

Kekuatan hati untuk tetap istiqamah, akan membawa kita pada kedamaian hati. Bukan hal baru dan ini bukan jalan hidup yang tabu. Memang tidak segampang yang diucapkan, ke-ridha’an dan ke-ikhlasan kita terhadap hal yang membuat kita sakit (kesabaran) itulah yang akan membuat/membikin kita menjadi manusia yang memang memiliki kuallitas hidup yang baik.

Satu tahapan yang ingin di lewati semua manusia. Menanamkan sikap sabar dan istiqamah, dan memaafkan sesama dan memberikan sesuatu yang terbaik pada diri sendiri dan sesama pada umumnya.

Senin, 19 April 2010

Hidup dalam cerita, bukan sebuah kisah

Hidup dalam cerita lagi, kita ngga akan bosan untuk bercerita dengan siapa saja, berbagi suasana, perasaan, pengalaman dlsb. Itulah saya, hanya punya mimpi yang selalu di motiasi oleh teman – teman disekitar.
Saya dan teman – teman sekarang ini sedang berjuang menggapai mimpi yang menurut orang mungkin terlalu berlebihan. Ada beberapa hal jika kita bermimpi, pertama kita harus mengujudkan mimpi itu dengan catatan jika kita mau mengujudkannya, beda halnya jika kamu ngga mau mengujudkannya, ga masalah dengan mimpi – mimpi kamu yang ngga harus berujud menjadi ssebuah kenyataan.
Kedua, tekad kuat, kita menyusun dan mengorganisasikan sehingga terbentuk sebuah sistem yang teratur (menurut saya) agar mimpi – mimpi kami bisa di wujudkan. Yup, sistematis, dengan memahami mimpi kita, kita bisa mengorganisasikan keperluan atau apa saja yang dibutuhkan sebagai pendukung.
Ketiga, perjuangan, waktu, uang, semangat, semua hal yang bertentangan dengan mimpi kita mungkin akan ditinggalkan. Atau sebaliknya, justru kita mengujudkan hobi kita, ini yang paling enak, mengujudkan sebuah mimpi.
Ke empat, berusaha dan berdo’a, yups.. semua jalan hidup yang kita lewati memang tidak semulus yang kita perkirakan. Bisa saja, semua itu terjadi diluar batas kemampuan berfikir manusia.

Saya kebetulan dipercaya untuk mengorganisasikan semuanya, karena itu tugas saya memang agak berat dari kita semua, kita semua ber empat, kadang berlima juga kadang berenam, bertujuh, berdelapan hahahahah.. jadi kebanyakan...
Tugas saya memegang mimpi mereka, mimpi saya juga, karena saya senang menjalani semua ini, kita harus terus berjuang, tanpa lelah dan putus asa.