sa

Selamat datang di WeBlog Imaduddin.B, Amd.AK

Sabtu, 04 Juni 2011

Belum Bisa Berikan Yang Terbaik

Memberikan yang terbaik memang sulit ternyata, tapi saya akan tetap berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik menurut cara saya, cara yang halal. Saya ngeblog bukan karena semata - mata ingin tenar, atau iseng cari recehan untuk makan. Saya nge-blog juga karena ingin menuangkan hobi saya menulis, mencurahkan sisa - sisa pikiran sejak pagi sampai siang saya gunakan dan saya tuangkan di blog ini. Bukan untuk gengsi - gengsian karena pemahaman saya ngeblog juga tidak banyak. Lihat saja blog ini, blog yang mungkin boleh dikatakan kurang terawat, karena postingannya juga sebulan sekali atau lebih, karena memang kesibukan saya untuk membagi waktu dikarenakan kepadatan saya membagi dua pekerjaan di Rumah Sakit dan di sebuah Klinik, juga saya mengurus dua band sekaligus yaitu SAINORE Band dan Ninki Zhupi. Selain itu saya juga dan Asisten saya di Manajemen sainore sedang mengusahakan pembuatan Home Studio.

Ini merupakan sesuatu hal besar yang harus dipikirkan, karena disamping semua persoalan tersebut ada beberapa hal yang ngga boleh saya tinggalkan yaitu keluarga. Memang permasalahannya sederhana, yaitu membagi waktu.Tapi setelah dijalani Waktu ini sangatlah cepat, memang urusan pekerjaan bisa terselesaikan dengan benar, tapi ketika saya harus di hadapkan pada keadaan untuk kemajuan Manajemen, Titik. Untunglah dalam Band saya, mereka semua bisa bersikap dewasa, tanpa harus mendapat uluran tangan saya selalu.
Saya dan kawan - kawan di Sainore (Manajemen) masih bisa membagi kebijakan satu sama lain. mudah-mudahan mimpi yang kita inginkan dapat tercapai sesuai dengan harapan kita semua. Semoga saja, Amin.

Nah, untuk blog inipun saya masih meraba - raba soal materi yang harus saya tuliskan. Memang dalam dunia blog tidak ada batasan harus giman - giman isi tulisannya. Namun saya sangat menekankan untuk lebih fokus pada tulisan saya di ARTIKEL KESEHATAN, mudah - mudahan tulisan - tulisan saya di Artikel Kesehatan dapat membuka wawasan teman semua dalam dunia kesehatan.

Jumat, 20 Mei 2011

Home Studio (Sainore Manajemen)




Belakangan saya dan saudara saya (Yudi) sedang mengumpulkan informasi bagaimana caranya membuat sebuah studio rekaman sendiri. Bukan hal baru sebenarnya kenapa saya ingin membuat studio rekaman sendiri, karena sekarang saya memegang dua Band yaitu Sainore dan Ninki zhupi. Memang tidak mudah membuat Home studio karena akan membutuhkan biaya besar, dari mulai alat dan software yang harud di sediakan sesuai dengan keperluan.
Selain itu, sumber daya yang ngga ada membuat Kami kebingungan, apakah Home studio ini akan diwujudkan atau hanya akan menjadi hiasan salah satu dari ribuan mimpi - mimpi kami.

Saya (manajer) sebagai pimpinan atas di manajemen sedangkan Yudi yang dalam manajemen sebagai asisten manajer, namun untuk Home Studio saya tunjuk dia sebagai Directornya, karena dia sudah menguasai salah satu software editing. Sampai saat inipun Home Studio kami masih berupa konsep, masih tahap perencanaan. semoga saja bisa diwujudkan untuk Komunitas Indie, sehingga Indie memiliki tempatnya sendiri.

Rabu, 04 Mei 2011

Facebook membantu mengumpulkan foto Keluarga Besar

Memang tidak dipungkiri facebook merupakan jejaring sosial yang paling banyak digemari oleh kita semua, termasuk saya. Saya masih memiliki ambisi untuk menyusun sebuah buku yang pernah saya beri judul “my Gen”, walaupun belum pernah terwujud saya berusaha mengumpulkan beberapa bahan yang ditulis di blog ini sebagai kumpulan bahan materi yang  nantinya akan saya edit lagi.

Foto – fotonya saya kumpulkan dari facebook dikarenakan lebih efisien dan efektif karena keluarga kami sekarang sudah tidak disatu kampung halaman lagi. Lebih asiknya foto – foto yang di unggah ke facebook tidak seperti foto formal, lebih beragam dan bergaya 

Seperti tujuan semula pembuatan buku tentang silsilah ini, saya hanya mengerucutkan sampai pada Kakek nenek saja, dikarenakan saya hanya memiliki sedikit informasi jika harus menyusun dari Keluarga nenek keatas. Simple nya keluarga nenek kebawah masih dapat dilacak keberadaannya, dan informasi yang didapatpun bisa lebih kompleks, tidak seperti jika saya harus menyusun silsilah ini dari keluarga Nenek atau kakek keatas.

Catatan ini, mungkin pengantar dari ambisi saya untuk menyusun sebuah buku khusus tentang silsilah saya dari mana, yang tujuan utamanya adalah mengenalkan kepada turunan saya kelak bahwa saya adalah dari kelaurga yang sederhana, kecil dan bahagia .

Selain itu, rencana kedepannya buku ini (yang masih rencana) setiap lima tahun sekali akan di edit sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam setiap keluarga, dikarenakan mungkin akan terjadi situasi perubaha seperti pernikahan, melahirkan, meninggal, sekolah terakhir, atau seseorang dalam keluarga saya menjabat suatu jabatan atau turun jabatan dll. Karena saya sebagai penggagas dalam menyusun buku ini, mungkin kelak panitia kecil ini akan saya jalankan untuk mendata dan mengedit buku setiap lima tahun sekali sesuai kebutuhan. Bisa saja, sepertihalnya pendataan penduduk setiap sepuluh tahun sekali, kenapa tidak atau ini terlalu lama?.

Sayapun sebenarnya tidak terlalu berharap banyak, karena penyusunan buku ini juga belum di bicarakan ke seluruh keluarga nenek, ini hanyalah ambisi saya. Mungkin tidak lama lagi, saya akan mengutarakan ide ini kepada cucu – cucu nenek lainnya. Semoga Allah meridhai niat baik ini, amin.

Generasi yang Regenerasi

Saya  sedang mencoba membuat sebuah buku tentang silsilah, beruntunglah saya tinggal di Indnoesia yang masih memegan adat budaya timur. Alhasil memang silsilah keluarga masih bisa dilacak dengan sebenar – benarnya. Karena susunan keluarga yang masih benar dan teratur.
Sulit ngga sulit mengumpulkan sumber siapa – siapa yang menjadi kakek, nenek, paman dan bibi dalam keluarga selama 3 generasi atau bahkan sampai 5 generasi ke atas. Menurut catatan saya memang sulit, saya mencoba mengumpulkan data selama 3 generasi sangatlah sulit. Satu keluarga dan keluarga lainnya bertempat sangat jauh sekali. 3 generasi yang saya tulis juga bersumber di Ciharashas Bandung, sedangkan saya sendiri lahir dan dibesarkan di Indramayu, mencari makanpun di Indramayu.
Saya sendiri akan mencoba rutin meng-update mulai dari keluarga saya sampai kakek saya dulu, baru akan mencoba mengumpulkan informasi lebih lagi mulai dari kakek sampai eyang buyut dll. Hufftt… sebuah pekerjaan rumah yang entah ini ditujukan untuk siapa?
Saya hanya ingin tahu saja, titik.
Apakah ada orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya, pastilah ada.

Kamis, 07 April 2011

Musik lagi, Band lagi

Jenuh memang menggeluti sesuatu bukan bisangnya, kadang semangat kadang tidak. Tapi saya melihat harapan, teman - teman saya memberikan harapan, harapan untuk maju menjadi yang lebih baik lagi. Di mata mereka yang ada semuanya semangat, semangat menimba Ilmu dan selalu mencoba sesuatu yang baru, itulah yang membuat sampai saat ini semangat.

Seperti pada mulanya, dalam hal musik saya sendiri tidak mengerti tentang musik itu sendiri. Saya hanya mengorganisir, memenej mereka, mendanai mereka, dll. Hmmm.. sebuah pengorbanan memang jika dilihat secara logika, lebih baik saya menabung dari pada menghamburkan sesuatu untuk yang tak pasti. Kita semua pasti tahu bahwa band itu hanyalah sebuah penuangan kreatifitas yang jika tidak di menej dengan benar hanya akan berakhir menjadi kesia - siaan. 

Tidak lepas dari semua ini saya juga senang berkecimpung disini, menjadi lebih mengenal banyak teman, tidak lagi menjadi saya yang seperti katak dalam tempurung, dunia menjadi labih nyata di hadapan saya. Segala masalah, problem yang saya temui menjadi nyata, tidak lagi menjadi saya yang hanya gampang untuk hidup.
Yups, kawan - kawan saya di SAINORE dan NINKI ZHUPI memberikan harapan untuk hidup yang lebih baik. Thankz buat kalian semua, God bless U

Jumat, 07 Januari 2011

Merajut Tali Silaturahim

Cerita ini saya sampaikan ketika saya harus memahami dari mana silsilahku. Semenjak kecil saya selalu diceritakan bahwa saya memang dari keluarga besar yang semuanya tinggal di Bandung. Memang benar, di akhir bulan desember kemarin saya dan keluarga yang ada di Indramayu menghadiri undangan salah satu kerabat jauh di Bandung, teptnya di daerah Ciharashas.

Dalam perjalanan menuju Ciharashas, Kami melewati Kabupaten Subang kemudian Purwakarta dan sampailah di Bandung Barat. Sebetulnya bukan kali ini saja saya ke Ciharashas, ini adalah kedua kalinya saya menginjakkan kaki disini. Pertama kali kesini yaitu ketika ada acara pertemuan keluarga besar dari keluarga Mbah Yaman dan Mbah Onong (kakek buyut saya), tapi pada saat itu saya masih sekolah dasar.

Saudara – saudara yang tinggal di Ciharashas merupakan keluarga dari orang tua buyut saya yaitu H. Apandi. Pada awalnya merekapun tidak mengenal saya, namun setelah orang tua saya mengenalkan diri bahwa bapak saya merupakan putra dari mak Ona, dan mak ona merupakan putra dari mbah Onong, barulah kita merasa satu saudara, saudara jauh yang tidak pernah bertemu.

Sebagian besar memang keluarga besar dari saya semuanya tinggal di sana, tapi ada juga yang merantau ke Indramayu seperti yang di lakukan oleh keluarga dari nenek saya (tiga orang) beserta kakak adiknya, ada juga yang ke Ciroyom dan sampai sekarang anak cucu mereka tidak pernah merajut tali silaturahim kembali ke Ciharashas.

Saya pun sedikit bersyukur bisa di bawa ke sana ketika itu, saya jadi bisa melihat siapa – siapa aja saudara saya (walaupun jauh) di Ciharashas.