sa

Selamat datang di WeBlog Imaduddin.B, Amd.AK
Tampilkan postingan dengan label malaikat penjaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malaikat penjaga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2011

Musik lagi, Band lagi

Jenuh memang menggeluti sesuatu bukan bisangnya, kadang semangat kadang tidak. Tapi saya melihat harapan, teman - teman saya memberikan harapan, harapan untuk maju menjadi yang lebih baik lagi. Di mata mereka yang ada semuanya semangat, semangat menimba Ilmu dan selalu mencoba sesuatu yang baru, itulah yang membuat sampai saat ini semangat.

Seperti pada mulanya, dalam hal musik saya sendiri tidak mengerti tentang musik itu sendiri. Saya hanya mengorganisir, memenej mereka, mendanai mereka, dll. Hmmm.. sebuah pengorbanan memang jika dilihat secara logika, lebih baik saya menabung dari pada menghamburkan sesuatu untuk yang tak pasti. Kita semua pasti tahu bahwa band itu hanyalah sebuah penuangan kreatifitas yang jika tidak di menej dengan benar hanya akan berakhir menjadi kesia - siaan. 

Tidak lepas dari semua ini saya juga senang berkecimpung disini, menjadi lebih mengenal banyak teman, tidak lagi menjadi saya yang seperti katak dalam tempurung, dunia menjadi labih nyata di hadapan saya. Segala masalah, problem yang saya temui menjadi nyata, tidak lagi menjadi saya yang hanya gampang untuk hidup.
Yups, kawan - kawan saya di SAINORE dan NINKI ZHUPI memberikan harapan untuk hidup yang lebih baik. Thankz buat kalian semua, God bless U

Sabtu, 15 Mei 2010

PERJALANAN HATI DALAM MENEMUKAN SOSOK MALAIKAT PENJAGA

Ada beberapa cerita seru yang saya alami, sangat jelas bagaimana saya menginginkan seseorang yang bisa mengerti bagaimana keinginan hidup saya. Hanya seoranglah yang sekarang mendampingi saya. Dengan setianya dia memahami dan memaklumi kehidupan saya.
Kisah asmara saya sering kandas dan bertepuk sebelah tangan, karena saya orangnya ngga inisiatif untuk memberikan perhatian terhadap lawan jenis. Jika saya suka maka saya akan membicarakannya, ngga perduli di terima ataupun ditolaknya. Jika di terima saya akan melanjutkannya kearah yang serius, jika saya di tolaknya maka saya akan mundur dan ngga pernah ada inisiatif lagi untuk mengejarnya. Saya ngga mau melihat orang menjilati ludahnya sendiri.

Ketika itu, hati ini gundah. Siapa gerangan yang pantas mengisi hati ini, siapa gerangan yang akan menemani perjalanan hidup saya, hidup dengan kejujuran, tanpa ada basa – basi, pura – pura dan lain – lain. Orang yang menyaksikan kegundahan hati ini adalah seorang teman bernama Andi, teman seprofesi analis salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung.
Saya mengukir nama saya dengan sebuah gambar “cinta”, siapakah yang layak mengisi hati ini.
Akhirnya semua berlalu, perjalanan waktu silih berganti, hari – hari silih bertukar antara siang dan malam, perasaan timbul tenggelam dengan sang pemuja dan pemuji, mengidam – idam kan sesosok penguasa hati, merasakan terhempas, gelisah, dan akhirnya sebuah kemenangan abadi.
Saya kini telah “memiliki” seseorang yang bisa menjaga, membuat, dan memahami segala perasaan saya. Dia adalah sosok malaikat bagi saya. Terima kasih, untukmu Rima Rahmawati, semoga engkau bisa memahamiku dan menjagaku lebih lama lagi.