sa

Selamat datang di WeBlog Imaduddin.B, Amd.AK

Jumat, 08 Oktober 2010

HARI JADI INDRAMAYU KE 483

Indramayu kini telah menginjak usianya ke 483, kemarin tanggal 7 Oktober 2010 seluruh masyarakat Indramayu menyaksikan perayaan yang diadakan oleh panitia di Pendopo beriring – iringan becak yang dinaiki sang Bupati, yang dikawal parade band dll. Rame rasanya perayaan ini, sungguh menarik hati siapapun untuk melihatnya. Inilah salah satu daya tarik wisata Indramayu, setiap tanggal 7 oktober diadakannya pawai dll.disiang hari.

Tidak itu saja, perayaan ini pun di lengkapi dengan pameran – pameran yang diadakah di halaman GOR SINGALODRA Sindang. Beberapa pameran pembangunan, kesenian semua dipajang disana. Acara – acaranyapun meriah.

Walaupun seluruh rakyat Indramayu ini kurang tahu akan pesta kebahagiaan ini, saya memaklumi karena memang masih banyak yang harus dibangun, dibenahi oleh kita sendiri terutama oleh tangan – tangan putra daerah.
Maju terus untuk Indramayu, jangan takut untuk melakukan inovasi demi suatu perubahan.

Rabu, 29 September 2010

NATURALNYA FILM “ALANGKAH LUCUNYA NEGRI INI”

Saya baru tahu kenapa filam Alangkah Lucunya Negri Ini di sensor, saya liatnya kaya liat orang gagu bicara, saya harus baca teksnya padahal film ini adalah film Indonesia. Sungguh malang, kenapa film seperti ini harus mendapat perlakuan diskriminasi.
Dari berbagai dimensi rasanya terwakili oleh film yang di garap secara apik ini. Film yang menurut saya mempunyai kekuatan untuk membuat malu para wakil rakyat yang sekarang mulai menjadi – jadi tingkah lakunya.
Dari setiap berita yang saya ikuti, perjalanan study banding para wakil rakyat yang menurut saya hanya menghamburkan uang rakyat saja. Ironni memmang punya wakil rakyat yang demikian, kepramukaan saja harus study banding, entah apa lagi yang akan di bandingkan yang padahal tujuannya hanyalah jalan – jalan semata.

Memang benar apa yang termuat dalam filam tersebut, negri ini sangat amat lucu, wakil rakyat dilindungi, telah lewat kasus MARKUS, sekarang skenario baru dibentuk untuk mengalihkan pandangan masyarakat terhadap kasus – kasus yang telah diangkat, MK, pejabat – pejabat yang terlibat, Kepolisian, dll.
Wah sudah kayak kritukus negri ini saja kalo terus – terusan ngomongin seperti ini.

Balik lagi ke Film, seharusnya film seperti ini ngga harus di sensor segala. Kenapa negara ini malu mendapat kritikan macam ini, seharusnya mereka pada ngaca dan harus mengubah sektor – sektor tersebut. Kemiskinan, terlantarnya anak – anak, eksploitasi, SDM yang kurang, huh.. ayo dong majukan negri ini, biar ngga tergerus zaman.

KAMI PUNYA MIMPI

Setiap manusia punya mimpi, begitu pulalah dengan Kami. Kini kami sudah 2 tahun lebih turun lereng perguruan, mengabdikan kehidupan Kami untuk negri ini, tapi keadaan Kami tidak luput dari ombang ambingnya pemerintahan daerah dimana Kami berdiri. Keberadaan Kami yang masuk ke lembaga daerah dan perusahaan swasta mampu menggerakkan dunia kesehatan diwilayah tersebut.

Namun, adakalanya Kami mengikuti kesempatan yang diadakan oleh pemerintah daerah dengan menyediakannya formasi sebagai pegawai negri di PEMDA – PEMDA. Tak ayal dari sebagian Kamipun antusias mengikuti acara akbar (mirip hajatan, begitu Kami menyebutnya) ini.
Kesempatan inipun merupakan sebuah kesempatan bagi Kami dan oknum yang menyelenggarakan hajatan ini, dari sebagian Kami ada yang sampai membayar berapapun uang untuk mendapatkan posisi tersebut. Ini adalah kisah dilapangan. Kejadian dimata kepala Kami, ajang ini hanya seremonial, jadi posisi tersebut hanya untuk orang – orang yang mempunyai uang bukan menghargai sumberdaya manusia yang memiliki kualitas. Alhasil jangan disalahkan jika sebagian PNS adalah rayap negara.

Sebgian lagi dari Kami memimpikan membuka usaha sendiri, mandiri dari tangan imperialis. Namun perjalanan waktu masih menguji mental – mental Kami dilapangan. Kami harap, Kami bisa setegar karang dalam menghadapai era ini, era yang menomorsatukan uang, era ketidakpercayaan akan sumber daya yang baik, serta menomor akhirkan kwalitas manusia.

Senin, 02 Agustus 2010

BRAIN CHRITIC

Jika hidup kita di tantang, apa yang akan kamu lakukan?
Hidup menantang arus tidaklah gampang, ibarat kita berjalan melewati padang pasir gersang dibawah terik matahari, melawan haus dan panasnya sinar mentari tidak ada tumbuhan hijau yang menyejukkan.
Ibarat melewati tebing yang curam ditantang oleh ketakutan dan maut, memacu adrenalin untuk menentukan langkah yang tepat agar tidak mudah terjatuh dan terhempas kedasar.
Ibarat berlayar di tengah samudra tanpa ada petunjuk pasti, melawan badai serta ombak tinggi. Walaupun kita melewati tantangan tersebut dan menghadapi laut tenang, kita harus tetap tenang dan fokus pada berlayar karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di laut yang luas.

Itulah hidup menurut saya, jika kita harus melawan arus kita akan mengalami tekanan yang berbobot dari pada orang yang berjalan sesuai arus. Apakah saya orang yang melawan arus, saya sendiri tidak tahu tentang hal ini. Saya masih menghabiskan diri saya di depan layar monitor tiap hari, menghabiskan uang saya untuk mempostingkan tulisan – tulisan saya yang tak pasti.
Saya mencoba membangun ide – ide sederhana, dari apa yang orang tidak rasakan. Karena saya sendiri tidak memahaminya banyak ide saya yang di buang ke tong sampah, tidak diterima dan di acuhkan.

Itulah hidup, banyak kalangan yang memaknai hidup ini dengan caranya sendiri. Duduklah dengan seorang tukang parkir, dengarkan obrolan mereka, dan akhirnya saya tau itulah hidup mereka. Sekarang duduklah bersama dengan orang yang memiliki pangkat tinggi, dengarkan omongan mereka, dan akhirnya saya memahami itulah hidup mereka. Sekarang sucikan tubuh kita kemudian duduk dikeheningan, dengarkan dan renungkan kehidupan kita, dimana posisi kita semestinya, dan itulah hidup kita.

Hidup memang banyak tanya dan teka – teki. Saya tidak  tahu hari esok, saya tidak tau sejam kemudian. Dan saya hanya tau sekarang, bahwa saya sedang menjalani hidup saya saja. Bukan hidup orang lain.

Ini bukan tentang krtitik berfikir tapi berfikir kritis tentang kehidupan sendiri, bukan untuk mencaci sendiri tapi instropeksi diri, banyak sudah orang yang tak pernah instropeksi diri, lepas dari hukum alam berprilaku sesuai nafsunya.

Ini arus hidup. Membuat suatu paradigma baru. Mari kita berlomba – lomba mencari kebaikan karena kesesatan sudah merajalela disini, disekitar kita, dimana lagi.

Brain chritic, jika saya harus menjadi orang lain untuk merubah keadaan sangatlah tidak mungkin, jadilah diri sendiri dengan memberikan contoh positif disekitar kita. Saya suka dengan hidupku, hidup yang sia – sia dijalani di muka bumi ini, yang dikelilingi hawa nafsu bejat. semoga saya diberi ketabahan untuk menjalani ini semua godaan yang menyesatkan.