sa

Selamat datang di WeBlog Imaduddin.B, Amd.AK

Rabu, 04 Mei 2011

Facebook membantu mengumpulkan foto Keluarga Besar

Memang tidak dipungkiri facebook merupakan jejaring sosial yang paling banyak digemari oleh kita semua, termasuk saya. Saya masih memiliki ambisi untuk menyusun sebuah buku yang pernah saya beri judul “my Gen”, walaupun belum pernah terwujud saya berusaha mengumpulkan beberapa bahan yang ditulis di blog ini sebagai kumpulan bahan materi yang  nantinya akan saya edit lagi.

Foto – fotonya saya kumpulkan dari facebook dikarenakan lebih efisien dan efektif karena keluarga kami sekarang sudah tidak disatu kampung halaman lagi. Lebih asiknya foto – foto yang di unggah ke facebook tidak seperti foto formal, lebih beragam dan bergaya 

Seperti tujuan semula pembuatan buku tentang silsilah ini, saya hanya mengerucutkan sampai pada Kakek nenek saja, dikarenakan saya hanya memiliki sedikit informasi jika harus menyusun dari Keluarga nenek keatas. Simple nya keluarga nenek kebawah masih dapat dilacak keberadaannya, dan informasi yang didapatpun bisa lebih kompleks, tidak seperti jika saya harus menyusun silsilah ini dari keluarga Nenek atau kakek keatas.

Catatan ini, mungkin pengantar dari ambisi saya untuk menyusun sebuah buku khusus tentang silsilah saya dari mana, yang tujuan utamanya adalah mengenalkan kepada turunan saya kelak bahwa saya adalah dari kelaurga yang sederhana, kecil dan bahagia .

Selain itu, rencana kedepannya buku ini (yang masih rencana) setiap lima tahun sekali akan di edit sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam setiap keluarga, dikarenakan mungkin akan terjadi situasi perubaha seperti pernikahan, melahirkan, meninggal, sekolah terakhir, atau seseorang dalam keluarga saya menjabat suatu jabatan atau turun jabatan dll. Karena saya sebagai penggagas dalam menyusun buku ini, mungkin kelak panitia kecil ini akan saya jalankan untuk mendata dan mengedit buku setiap lima tahun sekali sesuai kebutuhan. Bisa saja, sepertihalnya pendataan penduduk setiap sepuluh tahun sekali, kenapa tidak atau ini terlalu lama?.

Sayapun sebenarnya tidak terlalu berharap banyak, karena penyusunan buku ini juga belum di bicarakan ke seluruh keluarga nenek, ini hanyalah ambisi saya. Mungkin tidak lama lagi, saya akan mengutarakan ide ini kepada cucu – cucu nenek lainnya. Semoga Allah meridhai niat baik ini, amin.

Generasi yang Regenerasi

Saya  sedang mencoba membuat sebuah buku tentang silsilah, beruntunglah saya tinggal di Indnoesia yang masih memegan adat budaya timur. Alhasil memang silsilah keluarga masih bisa dilacak dengan sebenar – benarnya. Karena susunan keluarga yang masih benar dan teratur.
Sulit ngga sulit mengumpulkan sumber siapa – siapa yang menjadi kakek, nenek, paman dan bibi dalam keluarga selama 3 generasi atau bahkan sampai 5 generasi ke atas. Menurut catatan saya memang sulit, saya mencoba mengumpulkan data selama 3 generasi sangatlah sulit. Satu keluarga dan keluarga lainnya bertempat sangat jauh sekali. 3 generasi yang saya tulis juga bersumber di Ciharashas Bandung, sedangkan saya sendiri lahir dan dibesarkan di Indramayu, mencari makanpun di Indramayu.
Saya sendiri akan mencoba rutin meng-update mulai dari keluarga saya sampai kakek saya dulu, baru akan mencoba mengumpulkan informasi lebih lagi mulai dari kakek sampai eyang buyut dll. Hufftt… sebuah pekerjaan rumah yang entah ini ditujukan untuk siapa?
Saya hanya ingin tahu saja, titik.
Apakah ada orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya, pastilah ada.

Kamis, 07 April 2011

Musik lagi, Band lagi

Jenuh memang menggeluti sesuatu bukan bisangnya, kadang semangat kadang tidak. Tapi saya melihat harapan, teman - teman saya memberikan harapan, harapan untuk maju menjadi yang lebih baik lagi. Di mata mereka yang ada semuanya semangat, semangat menimba Ilmu dan selalu mencoba sesuatu yang baru, itulah yang membuat sampai saat ini semangat.

Seperti pada mulanya, dalam hal musik saya sendiri tidak mengerti tentang musik itu sendiri. Saya hanya mengorganisir, memenej mereka, mendanai mereka, dll. Hmmm.. sebuah pengorbanan memang jika dilihat secara logika, lebih baik saya menabung dari pada menghamburkan sesuatu untuk yang tak pasti. Kita semua pasti tahu bahwa band itu hanyalah sebuah penuangan kreatifitas yang jika tidak di menej dengan benar hanya akan berakhir menjadi kesia - siaan. 

Tidak lepas dari semua ini saya juga senang berkecimpung disini, menjadi lebih mengenal banyak teman, tidak lagi menjadi saya yang seperti katak dalam tempurung, dunia menjadi labih nyata di hadapan saya. Segala masalah, problem yang saya temui menjadi nyata, tidak lagi menjadi saya yang hanya gampang untuk hidup.
Yups, kawan - kawan saya di SAINORE dan NINKI ZHUPI memberikan harapan untuk hidup yang lebih baik. Thankz buat kalian semua, God bless U

Jumat, 07 Januari 2011

Merajut Tali Silaturahim

Cerita ini saya sampaikan ketika saya harus memahami dari mana silsilahku. Semenjak kecil saya selalu diceritakan bahwa saya memang dari keluarga besar yang semuanya tinggal di Bandung. Memang benar, di akhir bulan desember kemarin saya dan keluarga yang ada di Indramayu menghadiri undangan salah satu kerabat jauh di Bandung, teptnya di daerah Ciharashas.

Dalam perjalanan menuju Ciharashas, Kami melewati Kabupaten Subang kemudian Purwakarta dan sampailah di Bandung Barat. Sebetulnya bukan kali ini saja saya ke Ciharashas, ini adalah kedua kalinya saya menginjakkan kaki disini. Pertama kali kesini yaitu ketika ada acara pertemuan keluarga besar dari keluarga Mbah Yaman dan Mbah Onong (kakek buyut saya), tapi pada saat itu saya masih sekolah dasar.

Saudara – saudara yang tinggal di Ciharashas merupakan keluarga dari orang tua buyut saya yaitu H. Apandi. Pada awalnya merekapun tidak mengenal saya, namun setelah orang tua saya mengenalkan diri bahwa bapak saya merupakan putra dari mak Ona, dan mak ona merupakan putra dari mbah Onong, barulah kita merasa satu saudara, saudara jauh yang tidak pernah bertemu.

Sebagian besar memang keluarga besar dari saya semuanya tinggal di sana, tapi ada juga yang merantau ke Indramayu seperti yang di lakukan oleh keluarga dari nenek saya (tiga orang) beserta kakak adiknya, ada juga yang ke Ciroyom dan sampai sekarang anak cucu mereka tidak pernah merajut tali silaturahim kembali ke Ciharashas.

Saya pun sedikit bersyukur bisa di bawa ke sana ketika itu, saya jadi bisa melihat siapa – siapa aja saudara saya (walaupun jauh) di Ciharashas.