sa

Selamat datang di WeBlog Imaduddin.B, Amd.AK

Rabu, 04 Mei 2011

Generasi yang Regenerasi

Saya  sedang mencoba membuat sebuah buku tentang silsilah, beruntunglah saya tinggal di Indnoesia yang masih memegan adat budaya timur. Alhasil memang silsilah keluarga masih bisa dilacak dengan sebenar – benarnya. Karena susunan keluarga yang masih benar dan teratur.
Sulit ngga sulit mengumpulkan sumber siapa – siapa yang menjadi kakek, nenek, paman dan bibi dalam keluarga selama 3 generasi atau bahkan sampai 5 generasi ke atas. Menurut catatan saya memang sulit, saya mencoba mengumpulkan data selama 3 generasi sangatlah sulit. Satu keluarga dan keluarga lainnya bertempat sangat jauh sekali. 3 generasi yang saya tulis juga bersumber di Ciharashas Bandung, sedangkan saya sendiri lahir dan dibesarkan di Indramayu, mencari makanpun di Indramayu.
Saya sendiri akan mencoba rutin meng-update mulai dari keluarga saya sampai kakek saya dulu, baru akan mencoba mengumpulkan informasi lebih lagi mulai dari kakek sampai eyang buyut dll. Hufftt… sebuah pekerjaan rumah yang entah ini ditujukan untuk siapa?
Saya hanya ingin tahu saja, titik.
Apakah ada orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya, pastilah ada.

Kamis, 07 April 2011

Musik lagi, Band lagi

Jenuh memang menggeluti sesuatu bukan bisangnya, kadang semangat kadang tidak. Tapi saya melihat harapan, teman - teman saya memberikan harapan, harapan untuk maju menjadi yang lebih baik lagi. Di mata mereka yang ada semuanya semangat, semangat menimba Ilmu dan selalu mencoba sesuatu yang baru, itulah yang membuat sampai saat ini semangat.

Seperti pada mulanya, dalam hal musik saya sendiri tidak mengerti tentang musik itu sendiri. Saya hanya mengorganisir, memenej mereka, mendanai mereka, dll. Hmmm.. sebuah pengorbanan memang jika dilihat secara logika, lebih baik saya menabung dari pada menghamburkan sesuatu untuk yang tak pasti. Kita semua pasti tahu bahwa band itu hanyalah sebuah penuangan kreatifitas yang jika tidak di menej dengan benar hanya akan berakhir menjadi kesia - siaan. 

Tidak lepas dari semua ini saya juga senang berkecimpung disini, menjadi lebih mengenal banyak teman, tidak lagi menjadi saya yang seperti katak dalam tempurung, dunia menjadi labih nyata di hadapan saya. Segala masalah, problem yang saya temui menjadi nyata, tidak lagi menjadi saya yang hanya gampang untuk hidup.
Yups, kawan - kawan saya di SAINORE dan NINKI ZHUPI memberikan harapan untuk hidup yang lebih baik. Thankz buat kalian semua, God bless U

Jumat, 07 Januari 2011

Merajut Tali Silaturahim

Cerita ini saya sampaikan ketika saya harus memahami dari mana silsilahku. Semenjak kecil saya selalu diceritakan bahwa saya memang dari keluarga besar yang semuanya tinggal di Bandung. Memang benar, di akhir bulan desember kemarin saya dan keluarga yang ada di Indramayu menghadiri undangan salah satu kerabat jauh di Bandung, teptnya di daerah Ciharashas.

Dalam perjalanan menuju Ciharashas, Kami melewati Kabupaten Subang kemudian Purwakarta dan sampailah di Bandung Barat. Sebetulnya bukan kali ini saja saya ke Ciharashas, ini adalah kedua kalinya saya menginjakkan kaki disini. Pertama kali kesini yaitu ketika ada acara pertemuan keluarga besar dari keluarga Mbah Yaman dan Mbah Onong (kakek buyut saya), tapi pada saat itu saya masih sekolah dasar.

Saudara – saudara yang tinggal di Ciharashas merupakan keluarga dari orang tua buyut saya yaitu H. Apandi. Pada awalnya merekapun tidak mengenal saya, namun setelah orang tua saya mengenalkan diri bahwa bapak saya merupakan putra dari mak Ona, dan mak ona merupakan putra dari mbah Onong, barulah kita merasa satu saudara, saudara jauh yang tidak pernah bertemu.

Sebagian besar memang keluarga besar dari saya semuanya tinggal di sana, tapi ada juga yang merantau ke Indramayu seperti yang di lakukan oleh keluarga dari nenek saya (tiga orang) beserta kakak adiknya, ada juga yang ke Ciroyom dan sampai sekarang anak cucu mereka tidak pernah merajut tali silaturahim kembali ke Ciharashas.

Saya pun sedikit bersyukur bisa di bawa ke sana ketika itu, saya jadi bisa melihat siapa – siapa aja saudara saya (walaupun jauh) di Ciharashas.


Rabu, 13 Oktober 2010

TIPS MENGENAL CINTA

Cinta memang susah di tebak, itulah yang kawan saya sekarang alami, padahal dia cukup lihai menaklukan wanita (mungkin,hehe). Tapi dalam kondisi cinta baru menggebu – gebu, dia hilang kesadarannya, hmmm parah dah.. hahahahahaha

Inilah cerita yang saya bagi sama kawan saya tersebut. Sebetulnya bukan trik –trik khusus yang akan saya tuliskan disini, jadi baca aja sampai beres lumayan buat referensi. Trik - Trik yang akan saya tuliskanpun bukan tentang bagaimana menaklukan makhluk ciptaan tuhan. Tapi saya ingin membagi hakikatnya, hakikat cinta itu sendiri biar kita semua tidak terperdaya oleh kata cinta. Saya akan katakan Cinta itu hanya sebuah alat, Alat supaya manusia bisa saling mengenal, memahami karakternya dan lebih mensyukuri pentingnya ciptaan Tuhan.

Kenalilah apa itu cinta? Problem yang dihadapi kawan saya adalah ketika dia menemukan cinta, dia selalu focus pada objek tersebut. Hal ini mungkin dibenarkan oleh para psikolog.

Langkah – langkah yang perlu di perbaiki ketika kita mengenal cinta itu adalah ;
Pertama, cinta itu untuk siapa? Persoalan cinta yang kawan saya alami adalah persoalan cinta terhadap lawan jenis. Sifat dasar yang diberikan Tuhan inilah kecenderungan terhadap lawan jenis harus dibatasi. Kenapa? Karena jika tidak dibatasi kawan saya akan melakukan sesuatu di laur dugaan manusia sewajarnya, karena dia sedang menikmati cinta yang menggebu – gebu.
Yang saya katakan kepada kawan saya ialah”cinta itu adalah kecenderungan, sebisa mungkin hati kita harus selalu stabil. Karena, masih ada kawan disampingmu, ada orang tua yang selalu mendoakanmu dan ada Tuhan yang telah mencitptakanmu”. Yup, itulah cinta. Sebetulnya cinta yang kita rasakan atas dasar apa? Saya jadi teringat pesan guru saya bahwa cinta itu ada tiga, cinta Allah kepada makhluknya, cinta Rasulullah kepada ummatnya dan cinta orang tua kepada anaknya. Nah, selain tiga cinta itu apa? Hmm mungkin cinta monyet kali ya, hahahahaha

Ga pa pa ya, kalo pembicaraan kita lanjutkan untuk membahas ”cinta monyet” ini.
Ok, yang kawan saya alami ini ialah cinta sama lawan jenis. Karena cintanya memiliki dorongan lain, karena saya juga pernah mengalaminya,hehe

Kedua, jalani proses. Setelah kita tahu untuk siapa sih cinta yang kita persembahkan, pada langkah selanjutnya ialah proses. Yupz, proses inilah yang harus kita nikmati dan harus dijalani. Semua tergantung kepada kita, bisa saja sulit dan bisa juga mudah, sekali lagi tergantung kepada kitanya.
Boleh dibilang ”Tak Kenal Maka Tak Sayang” semua orang akan mengalami hal demikian. Dari segi lain, jika kita merasa nyaman dengan seseorang terus nyambung jika di ajak ngobrol mungkin inilah jembatan dimana cinta itu akan datang. Mungkin seperti itulah yang saya katakan kepada kawan saya tentang proses ini.

Ketiga, Komunikasi. Jika kita memiliki hasrat yang menggebu – gebu, cobalah utarakan maksud hati yang sebenarnya. Ini merupakan bagian dari proses, saya kembalikan kepada subyek, memang butuh keberanian yang lebih jika kita memiliki rasa kepada lawan jenis. Membiasakan diri dengan mengobrol, mungkin akan lebih mudah untuk mengutarakan maksud hati yang sebenarnya. Tipsnya, selalu terus memotiasi  dan support selalu diri sendiri. Cari tahu segala kebiasaan si do’i, dari mulai makanan, warna, minuman, pakaian favoritnya. Selain itu pahami juga sifat dan karakternya, dari obrolan tersebut kita harus pintar memprediksi dan menyimpulkan. Jika ada kesempatan utarakan dengan benar dan tepat, biar kamu ngga nyesel atau bahkan bertepuk sebelah tangan, hmmm sakit banget tuh.....

Ke empat, cinta ngga harus memiliki dan ngga ada paksaan. Yupz, inilah yang harus kawan semua ingat, jangan pernah memaksakan hati toh kita atau anda semua yang baca tulisan ini adalah manusia, ngga mungkin toh kalo hewan bisa baca (peace gan...hahahaha)
Jika, kita gagal untuk melangkah
Jangan menyerah karena masih ada berbagai cara untuk melewati semua ini
Jika kita gagal dalam cinta
Jangan menyerah karena masih banyak hati yang lebih baik dari yang kamu kira
Jadi, selalu optimis dan berjuang.
Selamat untuk Anda jika ngga ada rintangan dalam menemukan cinta.
Sesungguhnya Allah menciptakan berbagai warna kulit, adanya laki dan perempuan Cuma satu yaitu untuk saling mengenal, dan mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita.

Semoga kita selalu bersyukur atas nikmat – nikmat yang telah diberikanNya selama ini, amien