sa

Selamat datang di WeBlog Imaduddin.B, Amd.AK

Rabu, 07 Januari 2009

BAD DAY

Dalam hidup kita jika kita betul - betul menghayati dan memahami hakikat pencitaan kita sebagai manusia tentunya, kita tidak akan pernah merasakan apa itu hari buruk, malahan dari kita biasanya suka membaca ramalan khusunya meminta jasa sebuah majalah atau koran untuk memaastikan nasib kita? tentang hari apa kita beruntung, jodoh, karir dalam minggu ini.
sepertinya kita tidak pantas untuk mefonis hari - hari lainnya sebagai hari yang buruk, Yupz seperti yang telah dikatakan kita tidak akan pernah merasakan hari yangburuk jika kita memahami hakikat penciptaan kita, apa yang kita alami dalam momen hidup ini adalah sebagai lahan penggemblengan diri untuk menjadi manusia yang selalu merunduk pada sang pencipta.

Hidup ini adalah sebuah pelajaran, untuk lebih mengenal diri dan membentenginya dengan penuntun hidup yang pas yaitu yang sesuai dengan harapan sang pencipta. Kita adalah sekumpulan manusia yang mempunyai tugas mengamalkan apa yang kita pahami, memberi bukan untuk meminta. Saya pernah mengalami kejadian yang tidak akan pernah lupa bahwa hidup ini ada Rabb sebagai pembina hidup abadi, orang tua yang memberi cinta, materi dan kasih sayang yang melimpah yang tiada ternilai harganya.

"Perjalanan saya jauh kearah timur, menunggu waktu dan hari yang tengah terik. Nyawa - nyawa bergelantungan tidak tahan menahan panas dan rasa kantuk yang amat sangat, saya berangkat atas restu orang tuaku, hari ini kudapati tempat ini tidak banyak berubah sama seperti yang dulu. Mendapati senyumnya saya senang, melihat tawanya membuatku hancur, mendengar ucapannya membuat saya jadi bimbang dengan kondisi tubuhku ini.
Ditempat ini baru ku lihat mentari bersinar dua kali dilembah berkabut, saya diminta pulang karena kerabat dekat ayahku harus dirawat di RS di Indramayu. Dua hari berikutnya saya harus kembali ketika ada yang memberi tahukan jika besok ada pertemuan wajib datang dengan atasanku. Saya menghubungi kepala bagian tempat bekerja saya bahwa saya akan terlambat, mobil yang saya tumpangi berlalu sangat lambat, namun saya hanya bisa berpasrah dan minta kepadanya untuk memberikan sebuah keajabiban pada saya hari ini."

Ikhlas dan optimis menjalani hari ini dalam tekanan, sehinga kamu yakin untuk dapat melewatinya serta berdo'alah pada-NYA. Maka DIApun akan memberikan kemudahan padamu, semoga kita menajdi orang yang selalu benar - benar menginatnya dan memahami hakikat penciptaan kita sendiri. Amiin.

Kamis, 01 Januari 2009

CORNER

Dari sudut Kabupaten Indramayu saya dilahirkan, sebuah wilayah yang sangat subur itulah yang saya rasakan sejak saya dilahirkan disana, sekarangpun masih demikian adanya dan tidak ada yang tidak mungkin disini. Sebuah Kab. yang kaya Sumber Daya Alam-nya yang juga bertahap meningkatkan SDM-nya, walaupun kesejahteraan sedikit dipertanyakan.

Dari sudut inilah saya tak mampu berkata lantang, saya hanya bisa mendengar kebijakan - kebijakan yang tumpang tindih, saya hanya bisa melihat kemajuan dari sebuah kemunduran dari berpola pikir rakyat Indramayu. Saya hanya bisa ikut merasakan dan tidak bisa berkata lantang apa jadinya jika daerah yang saya cintai ini MIGAS-nya habis, produksinya hancur, dan lahan yang berhektar - hektar itu menjadi kering karena air tak lagi mengaliri pesawahan. Barulah mungkin rakyat ini akan dilihat, karena merupakan ancaman nasional sehingga menjadi topik utama dalam berita -berita nasional seperti yang telah terjadi kemarin - kemarin, dan itupun baru GAS?

Tidak besar hati dan berkecil hati, saya pun hanya bisa melihat. Rakyat ini semakin diperpuruk dengan tidak diangkatnya putra - putri sebagia Pegawai Negri, karena kebanyakan yang duduk disana adalah bukan orang - orang dari sini. Sebuah penginggalan dan warisan dari penguasa yang bukan dari kalangan sendiri.

Sekali lagi saya tidak dapat berkata lantang, karena saya tau siapa saya!, saya hany abelum bisa memberikan kebanggan yang berarti untuk kabupaten indramayuku ini. Dibalik semua ini saya bangga, mempunyai pemimpin yang bijak yang mudah - mudahan lebih memperhatikan rakyatnya, putra - putrinya sendiri, Kabupaten Indramayu sekarnag merangkak menjadi lebih baik dari pada tahun 90-an menjadi sebuah kabupaten yang bersih dan REMAJA. Ingin rasanya pandangan negative itu hilang dari nama Indramayu, saya hanya bisa menjadi pendengar yang baik ketika teman saya ketika kuliah yang berasal dari kabupaten sebelah menyinggung dan menyindir tentang kenegativan dalam pemerkosaan, RCTInya, kawin cerai.

Saya ingin melihat dan merasakan perubahan - perubahan dalam wilayah yang sangat luas ini, menjadi manusia yang produktive dan ikut mengharumkan nama kabupaten ini, mudah - mudahan kebijakan - kebijakan untuk meakmurkan Indramayu tidak hanya untuk orang luar dari Indramayu saja, tetapi lebih memperhatikan kesejahteraan putra - puteri nya sendiri.

Teman - temanpun tau, jika kita memang ingin melihat wilayah sendiri berubah kearah yang lebih baik, Kembalilah untuk membangun wilayahmu.... agar tidak dijajah pola pikir kita!!!!.

Jumat, 28 November 2008

JANGAN PERNAH HILANG

Ketika kita melihat dunia, ternyata didunia ini kita tidak sendirian. Ada sahabat, teman, saudara kandung, ibu, bapak dan keluarga yang lainnya. Kadang kala kita tidak merasakan betapa pentingnya mereka!. Hmmmm…. Apa benar kita pernah merasakan hal seperti itu?. Yupz, pernahkah kita lari dari masalah kita sendiri? Kemana kita mencurahkannya?. Disitu letak kesalahan kita, ketika masalah membuat penat otak kita sehingga kita melupakan mereka satu persatu. Saya berharap satu, jangan pernah melupakan Allah yag menciptakan Kamu, saya dan alam semesta yang lainnya.

Kita hidup dan bergerak karena ada rataian atom, sel – sel, organ, dan tubuh yang menopang ruh biologis kita. Betulkan kalo ruh biologis kita hidup, pasti tubuh kita akan selalu hidup. Tapi bagaimana, kalo ruh budaya kita yang mati?. Pernah dengerkan apa itu ruh budaya?. Yupz, budaya kita juga butuh sebuah ruh untuk menggerakan hati sehingga kita mempunyai kecenderungan yang sifatnya negative atau positif. Pusing ngga nih?.....

Coba tebak apa RUH BUDAYA itu?, nah sobat analis harus tau apa ruh budaya!, jika kita telah menentukan sikap kita dengan ruh budaya yang positif insya’allah kita tidak akan mudah menyerah untuk menjawab semua tantangan dalam hidup. Lain halnya dengan ruh budaya negative, kita akan mendorong hawa nafsu kita untuk menyelesaikan segala masalah kita yang berujung pada penyesalan permanen. Contohnya ribet ngga? J

Kita selalu mendengar kata Diskriminasi, ketidak adilan dan sistem sosial yang timpang. Mungkin itulah contoh dari ruh budaya pelaku hidup di dunia ini lebih memilih budaya negative.

Ingat, kita tidak sedang membicarakan kesetaraan gender, persamaan hak perempuan dan laki - laki yang membuat kepala saya jadi pusing. Tapi kita sedang mencoba mengomandokan hati atau lebih memilih untuk hati ini sesuatu formula yang tepat, yaitu dengan memilih ruh budaya yang positif. Apa ada Ruh untuk budaya?, apa ada ruh yang bisa membangkitkan budaya? Kenapa budaya kita harus dibangkitkan!. J

Jika kita ingin membicarakan “Persatuan dan kesatuan” maka kita harus memiliki ruh budaya positif yang akan kita bicarakan.

Kita pernah mendengar positive thinking, berfikir positif, jernih dalam menilai sesuatu artinya kesampingkan dulu ego yang ada pada diri kita, ego merasa kita paling hebat, paling wah, paling punya…. harta, muka, otak dll, untuk lebih mengenal apa itu ruh budaya.

Tidak mudah kita memahaminya dan tidak pula sulit untuk memahaminya. Butuh sedikit tantangan, butuh pengorbanan yang terus menerus…… sampai – sampai kamu bosan apa yang akan saya sampaikan. He he he he he

Sobat analis, jika dalam hati kalian sekaran sedang merasakan “apa itu ruh budaya?, apa itu budaya postif? Apa itu budaya negatif?” berarti kalian sedang berusaha memahami apa yang igin saya sampaikan, terima kasih selalu menyempatkan untuk membaca tulisan ini.

Ada beberapa yang harus kita pahami, karena pemahaman ini bukan membicarakan kisah 1001 satu malam atau simsalabim abra kadabra. Sekarang apakah kalian yakin untuk memulai dan memahami semuanya?. Kita tunggu catatan selanjutnya. Terima kasih telah membaca tulisan ini, lanjutannya saya tulis nanti.

Senin, 04 Agustus 2008

Mau menjadi seorang yang berguna

Sekarang adalah saatnya membuktikan jika ini adalah kebenaran. Banyak hal-hal yang tidak bisa kita ketahui jika hanya kita berdiam saja, kita hanya merasa yang paling benar. Padahal diluar sana banyak orang yang bertanya, masih banyak kawan yang menunggu kita, masih banyak keluarga yang sedang menanti kita menjadi kawan, teman, sahabat, dan anak yang bisa menentukan sikap kita sendiri.
Kita sudah terlatih untuk bisa bangun dari kesusahan sendiri, kita sudah biasa dengan hinaan, ejekan, cacian orang - orang yang kita anggap membenci kita. Kita hanya bisa merasakan semua itu dengan sebelah hati kita merasakannya. Padahal mereka mau kita mengerti keadaan mereka, kita hanya egois, kita hanya ingin senang sendiri, kita hanya ingin bahagia sendiri, kita hanya ingin kaya sendiri. Karena itulah mereka menganggap kita kurang dalam sosialisasi hidup, kita bahkan suka mencap mereka sebagai orang yang kurang usaha, dll.
Apakah itu yang kita butuhkan, bukan itu yang orang tua kita kehendaki. Saya teringat ketika saya pernah membuka suatu catatan teman saya, disitu ditulis "Jika kita akan membuat kesalahan, ingatlah kedua orang tuamu". Hmmmm mungkin memang benar seperti itu, orang tua kita jangan kita salahkan karena mereka mungkin kurang dalam memberikan perhatian kepada kita.
Sebetulnya apa sih yang sudah kita terima dari orang tua kita selain Uang dan kasih sayang dia. Apa yang Anda rasakan, kalau saya mereka memberikan semua itu hanya untuk melihat kita sukses, hanya ingin kita menjadi orang sesuai dengan harapan mereka. Jika, mereka menginginkan "wah anak saya harus jadi artis, nih". atau anak saya harus jadi Dokter dll. Memang mereka mengusahakan itu semua, namun kebebasan kita akan di tawarkan atau diganti dengan cita - cita mereka.
Yup, zaman kita sekarang sudah beda. Sekarang zamannya orang tua yang membebaskan anak - anaknya dalam menentukan pilihannya. Benarkah? saya rasa tidak, kewajiban orang tua semakin berat, karena keadaan negara kita semakin hari lebih menderita dari pada ekonomi keluarga kita, keluarga para birokrat dll. Negara kita semakin renta dengan umur jagung atau bahkan masih muda, sudah terasa tua. Sudah tidak gadis lagi negri ini, sudah di koyak - koyak kepentingan luar.
Orang tua kita kurang memperhatikan itu, acara tv semakin gila - gilaan saja, Aurat dipertontonkan, adegan - adegan yang seharusnya tidak di perankan sudah layak dikonsumsi oleh anak - anak dan lebih parahnya tanyangan sinetron sudah termasuk tayangan BO (bimbingan Orang Tua). Ini sudah sangat mengerikan dari pada tragedi Bom Bali, ini sudah sangat merusak akhlak dan moral negri ini. Kebudayaan yang kita pertahankan hanyalah "ke egoisan", apa yang sekarang kita praktekan, selain mempertahankan kezaliman. Setiap suku, dan etnis sudha merasa menjadi orang liberalis, Wuihhhh sukses orang barat menciptakan Bangsa ini mejadi negri makmur dengan kezalimannya, mereka sudah menciptakan negri kita menjadi sebuah "wayang" dan mereka lah "dalangnya". Mereka yang menciptakan kita seperti ini. Apakah layak kita menjadi bangsa Indonesia.
Orang tua kurang tegas dalam hal pemilihan tayangan tv, ini semua harus dikembalikan kepada kita sebagai generasi penerus bangsa. Jika kita mau bangsa kita bangkit, kita harus hilangkan Pornografi, Pornoaksi, dan hal hal yang bertentangan dengan keutuhan bangsa kita, kita hapuskan. karena semua itu adalah produk - produk para penjajah.